Langit sore mulai meredup ketika keluarga besar SDN 16 Anggrek berkumpul pada Kamis, 26 Februari 2026, bertepatan dengan 8 Ramadhan 1447 Hijriah. Di teras sekolah, kegiatan buka puasa bersama kembali digelar sebagai tradisi tahunan yang selalu dinanti.
Sejak sore hari, siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 telah hadir dengan wajah penuh semangat. Mereka duduk berdampingan, berbincang santai dengan teman, sambil menunggu waktu berbuka yang semakin mendekat dengan perasaan bahagia.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari pembinaan karakter peserta didik. Sekolah menanamkan nilai kebersamaan, kesabaran, serta pentingnya menjalin hubungan sosial yang harmonis sejak usia dini.
Tidak hanya siswa dan guru, suasana semakin hangat dengan kehadiran orang tua siswa, tetangga sekitar sekolah, serta para alumni. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat kehidupan sosial masyarakat.
Mahasiswa dari IAIN Sultan Amai Gorontalo yang sedang melaksanakan program pengabdian di desa tersebut turut ambil bagian. Mereka berbaur dengan siswa dan guru, memperlihatkan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan dasar.
Ketika adzan magrib berkumandang, seluruh peserta berbuka puasa bersama dengan hidangan yang telah disiapkan sebelumnya. Momen ini terasa istimewa, karena semua yang hadir menikmati makanan dalam suasana persaudaraan yang tulus.
Kebersamaan tidak berhenti setelah berbuka. Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sholat isya dan tarawih berjamaah. Ishak memimpin sholat sebagai imam, sementara Safrudin Talib mengumandangkan panggilan ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Kepala sekolah, Wisnawati Abubakar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman kebersamaan seperti ini. Nilai persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa.
Beberapa guru bahkan memilih untuk tetap berada di sekolah hingga waktu sahur. Hal ini mencerminkan dedikasi dan rasa kekeluargaan yang kuat, menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh warganya.
Buka puasa bersama ini menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan menjadi momentum memperkuat hubungan manusia, memperdalam nilai spiritual, serta menumbuhkan karakter mulia dalam dunia pendidikan.


0 Komentar