- Diposting oleh : Ibnu Ishaq, C.VLD
- pada tanggal : Agustus 19, 2026
ANGGREK - Gelak tawa dan kehangatan mendadak menyeruak di ruang guru SDN 16 Anggrek, Selasa (18/8).
Berawal dari sekadar nongkrong dan melepas lelah usai mendampingi anak-anak didik berlaga di ajang Pramuka serta gerak jalan yang berbuah manis dengan raihan Juara 2 perbincangan antar elemen sekolah itu justru melahirkan ide yang menggugah selera.
Hari itu, Kepala SDN 16 Anggrek, Wisnawati Abubakar, duduk melingkar bersama para guru, alumni, serta Aci Uki dan Sisa Ipin dua sosok pemilik kantin yang tak asing lagi bagi warga sekolah. Para alumni sebelumnya pasang badan menjadi pelatih siswa, sementara Aci Uki dan Sisa Ipin tak pernah absen mengulurkan tangan membantu setiap agenda sekolah.
Di tengah canda gurau, cetusan spontan dari salah satu guru mendadak memantik antusiasme: "Bagaimana kalau besok kita bikin ilabulo sama-sama?" Tanpa ragu, ide membuat kuliner khas Gorontalo tersebut langsung disepakati bersama untuk dieksekusi keesokan harinya, Rabu (19/8).
Semangat gotong royong pun langsung menyala. Guru-guru patungan mengumpulkan dana dan berbagi tugas menyiapkan bahan dasar, sementara Aci Uki sukarela menyumbang rempah-rempah pilihan.
Suasana makin cair ketika Yandris, salah satu alumni, dengan cekatan merogoh kantong celananya dan menyerahkan uang Rp50.000 sebagai bentuk partisipasi.
Begitu bel usai mengajar berbunyi pada Rabu siang, fokus berpindah ke dapur rumah Aci Uki. Ruang masak yang sederhana itu seketika riuh oleh kesibukan kolaboratif.
Asap tipis membumbung saat Andi, alumni sekolah, telaten melayangkan daun-daun pisang di atas api kompor agar lentur dan tak mudah robek saat membungkus.
Tak jauh darinya, Fira Pomalingo dan Yandris bahu-membahu bersama para guru mengiris ampela. Sementara itu, Sisa Ipin tampak cekatan memarut kelapa, menyiapkan kelengkapan adonan.
Puncaknya terjadi saat seluruh bahan siap. Dipimpin oleh Wisnawati, jari-jemari para guru, alumni, hingga Aci Uki dan Sisa Ipin sigap meracik adonan gurih tersebut ke dalam gulungan daun pisang. Bungkusan-bungkusan ilabulo lalu ditata rapi sebelum masuk ke dalam dandang kukusan.
Bagi keluarga besar SDN 16 Anggrek, agenda hari itu bukan sekadar urusan meracik kuliner tradisional Gorontalo.
Di antara kebul asap dapur dan wangi daun pisang yang dibakar, lahir sebuah momentum berharga: merawat silaturahmi dan memelihara kehangatan antara pihak sekolah, alumni, dan warga sekitar lewat semangat gotong royong yang tulus.


