- Diposting oleh : Ibnu Ishaq, C.VLD
- pada tanggal : Juli 06, 2026
SDN16ANGGREK.WEB.ID, PUTIANA Suasana haru sekaligus ceria mewarnai halaman SDN 16 Anggrek pada Senin (6/7/2026) pagi.
Langkah-langkah kecil anak-anak yang masih
mengenakan seragam taman kanak-kanak (TK) tampak memenuhi area sekolah.
Dengan didampingi orang tua masing-masing, mereka
memasuki gerbang untuk mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.
Pantauan di lokasi, wajah-wajah polos penuh rasa
ingin tahu menghiasi halaman sekolah.
Sebagian murid baru terlihat masih menggenggam erat
tangan ayah atau ibunya.
Sementara yang lain, sudah mulai berani melangkah
dan bercengkerama bersama teman-teman baru mereka.
Momen manis ini menjadi tonggak awal perjalanan
panjang mereka sebagai siswa sekolah dasar (SD).
Momen Upacara Perdana dan Pembukaan Resmi
Sebelum memulai rangkaian kegiatan MPLS, seluruh
warga sekolah terlebih dahulu melaksanakan upacara bendera.
Upacara ini menjadi pengalaman pertama yang sangat
berharga bagi murid kelas I.
Mereka merasakan langsung khidmatnya penghormatan
kepada Sang Merah Putih bersama keluarga besar SDN 16 Anggrek.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SDN 16
Anggrek, Wisnawati Abubakar, S.Pd., menyampaikan amanat menyentuh sekaligus
secara resmi membuka kegiatan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam sambutannya, Wisnawati mengucapkan selamat
datang yang hangat kepada seluruh murid baru dan orang tua siswa.
Ia mengapresiasi para wali murid yang telah
mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SDN 16 Anggrek.
"Selamat datang di keluarga besar SDN 16
Anggrek. Hari ini merupakan langkah awal kalian memasuki dunia sekolah
dasar," ujar Wisnawati di hadapan peserta upacara.
Pesan Kepala Sekolah: Jadikan Rumah Kedua yang Aman
Lebih lanjut, Wisnawati mengajak para siswa baru
untuk mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan penuh semangat dan rasa gembira.
Ia menekankan pentingnya saling menghormati,
mematuhi aturan sekolah, serta melejitkan potensi diri.
"Belajarlah dengan semangat, hormati guru dan
teman-teman. Jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan
penuh kebahagiaan," pesannya penuh harap saat membuka kegiatan.
Sebagai informasi, pada tahun ajaran baru ini,
murid kelas I akan dibimbing langsung oleh Titin Amuntu, S.Pd., yang dipercaya
menjadi guru kelas I.
Usai upacara bendera dibubarkan, para siswa
langsung diarahkan untuk mengikuti berbagai kegiatan pengenalan sekolah dengan
didampingi guru dan tenaga kependidikan.
Mengenal Konsep MPLS Ramah 2026
Untuk diketahui, MPLS merupakan kegiatan wajib bagi
murid baru untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan, warga sekolah,
hingga kurikulum yang berlaku.
Pada tahun 2026 ini, Kementerian Pendidikan Dasar
dan Menengah menetapkan tema MPLS Ramah.
Sebuah paradigma baru yang mengedepankan
penghormatan terhadap hak-hak anak melalui pengalaman belajar yang
berkesadaran, bermakna, dan bergembira.
Jika menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
kata ramah memiliki arti baik hati, manis dalam tutur kata dan sikap,
serta menyenangkan dalam pergaulan.
Sementara dalam bahasa Arab, istilah ini sangat
dekat dengan kata rahmah yang berarti kasih sayang dan kelembutan.
Nilai-nilai luhur inilah yang kini diwujudkan nyata
di SDN 16 Anggrek.
MPLS Ramah menegaskan komitmen pihak sekolah untuk
menciptakan lingkungan belajar yang zero violence alias bebas dari segala
bentuk kekerasan, perundungan (bullying), intoleransi, maupun penindasan.
Tidak hanya ramah anak, konsep ini juga
mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Bahkan, penyelenggaraan kegiatannya pun dibuat
ramah biaya sehingga dipastikan tidak akan membebani dompet orang tua murid.
Bagi murid-murid baru SDN 16 Anggrek, langkah kecil
yang mereka ayunkan pagi itu bukan sekadar ritual memasuki gerbang sekolah.
Ini adalah awal dari cerita besar mereka dalam
menuntut ilmu, mengukir karakter, merajut persahabatan, dan menggapai cita-cita
setinggi langit. (*)
