- Diposting oleh : Ibnu Ishaq, C.VLD
- pada tanggal : Juni 12, 2026
PUTIANA - Lingkungan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga dan merawat nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Komitmen tersebut ditunjukkan jajaran dewan guru SDN 16 Anggrek yang menghadiri prosesi adat Molonthalo atau tradisi tujuh bulanan salah satu tenaga pendidik, Ni’ma Paneo, S.Pd.I, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman keluarga Ni’ma Paneo di Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara itu berlangsung khidmat dengan nuansa religius yang sarat dengan kearifan budaya Gorontalo.
Kepala SDN 16 Anggrek, Wisnawati Abubakar, S.Pd, mengatakan kehadiran keluarga besar sekolah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter dan identitas masyarakat sejak usia dini.
Tradisi Molonthalo sendiri merupakan warisan budaya Gorontalo yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia serta mengandung berbagai nilai filosofis yang relevan dengan pendidikan karakter.
Dalam prosesi adat tersebut, Ni’ma Paneo bersama suaminya, Haji Eman, tampil mengenakan busana adat Gorontalo sambil menerima doa serta dukungan dari keluarga, kerabat, dan rekan sejawat.
Kehadiran para guru SDN 16 Anggrek tidak sekadar memenuhi undangan kekeluargaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual mengenai pentingnya menjaga tradisi dalam kehidupan bermasyarakat.
Beragam simbol dalam prosesi Molonthalo mengandung makna mendalam, mulai dari lambang kesucian, harapan kesuburan, hingga nilai spiritual yang diperkuat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Wisnawati Abubakar menegaskan nilai-nilai budaya seperti ini harus terus diperkenalkan kepada peserta didik agar tidak tergerus arus modernisasi yang semakin cepat berkembang.
Ia menilai pelestarian adat merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang sejalan dengan falsafah Gorontalo, yakni adat bersendikan syariat dan syariat bersendikan Kitabullah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat sebagai bentuk harapan atas keselamatan, kesehatan, dan kelancaran Ni’ma Paneo hingga proses persalinan mendatang.
Keluarga besar SDN 16 Anggrek berharap momentum tersebut semakin mempererat silaturahmi antarpendidik sekaligus menjadi pengingat pentingnya mengintegrasikan budaya lokal dalam lingkungan pendidikan formal.